TELADAN TOKOH ILMUWAN PADA MASA BANI UMAYYAH DI ANDALUSIA
AL FARABI
- BIOGRAFI AL-FARABI : Al -Farabi memiliki nama lengkap Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin Tharkhan. Ia juga dikenal dengan nama Abu Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Farabi, dan di dunia barat dikenal dengan nama Abu Nasher, Alpharabius atau Al-Farabi. Al-Farabi lahir di Farab, Kazakhstan, pada tahun 872 M. Ia merupakan anak dari seorang Ayah Persia dan Ibu Turki, jadi filsuf satu ini bukan keturunan Arab, melainkan keturunan Persia-Turki. Al-Farabi memperoleh pendidikan berbagai disiplin ilmu, yaitu bahasa, sastra, logika, hingga filsafat. Ia belajar kepada guru-guru terkenal, seperti Abu Bakar Al-Saraj, bisyh Mattius bin Yunus, Yuhana Ibn Hailam dan lain sebagaina. Awal karirnya bermula saat Ia berkenalan dengan sultan dinasti Hamadan di Aleppo, yaitu Syaifud Daulah al-Hamdani. Perkenalan ini membawanya sebagai ulama Istana, di sinilah Ia mengembangkan aktivitas filsafatnya. Namun karena pertentangan politik, Ia keluar dari istana sampai kemudian wafat dalam usia 80 Tahun. Kontribusinya terletak di berbagai bidang seperti matematika, filosofi, politik, pengobatan, bahkan musik. Akan tetapi, yang paling dikenal dan diidentikan kepada dirinya adalah kecemerlangannya dalam bidang keilmuan filsafat. Saking jagonya, Al-Farabi sampai disebut dengan sebutan “guru kedua” setelah Aristoteles, karena kemampuannya dalam memahami Aristoteles yang dikenal sebagai guru pertama dalam filsafat. Dia adalah filsuf Islam pertama yang berupaya menghadapkan, mempertalikan, dan sejauh mungkin menyelaraskan filsafat politik Yunani klasik dengan Islam serta berupaya membuatnya bisa dimengerti di dalam konteks agama-agama wahyu.
- KARYA- KARYA AL-FARABI : Selama hidupnya, Al-Farabi menghasilkan begitu banyak karya. Jika ditinjau dari ilmu pengetahuan, karya-karya Al-Farabi dapat ditinjau menjadi 6 bagian, yaitu Logika, Ilmu-ilmu Matematika, Ilmu Alam, Teologi, Ilmu Politik dan kenegaraan, Bunga rampai (Kutub Munawwa’ah), serta Musik. Karya tulis Al-Farabi di antaranya adalah: Al-Madinah Al-Fadhilah, Ihsha'u al –Iqa, Kalam Fi al-Musiqi, Ihsha'u al-Ulum wa at-Ta'rif bi Aghradhiha, Jawami as-Siyasah. Karya Al-Farabi yang paling terkenal adalah Al-Madinah Al-Fadhilah (Kota atau Negara Utama) yang membahas tetang pencapaian kebahagian melalui kehidupan politik dan hubungan antara rezim yang paling baik menurut pemahaman Plato dengan hukum Ilahiah islam. Filsafat politik Al-Farabi, khususnya gagasannya mengenai penguasa kota utama mencerminkan rasionalisasi ajaran Imamah dalam Syi'ah.
- KISAH AL-FARABI YANG DAPAT DITELADANI : Pertama, Al-Farabi sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Tidak hanya bidang filsafat saja yang ditekuninya, tetapi ilmu-ilmu agama seperti fikih, tafsir, ilmu hadis, dan aritmatika dasar. Kedua, Al-Farabi banyak menulis buku yang berkaitan dengan sosiologi dan sebuah buku penting tentang musik yang dinamai Kitab Al-Musiqa. Ia juga mahir dalam memainkan dan menciptakan berbagai alat musik, maka dari itu dijuluki sebagai ‘Filsuf Muslim yang pandai bermusik’. Ketiga, Al-Farabi sungguh-sungguh dalam memahami pelajaran yang ia pelajari. Karena kemampuannya dalam mempelajari pelajaran, ia dikenal dengan sebutan ‘guru kedua’ setelah Aristoteles. Keempat, Al-Farabi bersikap adil dalam segala hal apa pun. Contohnya yaitu telah menyelaraskan filsafat politik Yunani Klasik dengan agama islam dan ia juga berusaha membuat filsafat politik Yunani Klasik yang ia buat dimengerti di dalam konteks agama-agama wahyu. Dalam kondisi seperti inilah ia banyak berkenalan dengan pemikiran para Filsuf Yunani seperti Plato dan Aristoteles dengan tujuan mengombinasikan ide atau pemikiran-pemikiran dari Yunani Kuno. Dari perjalanan hidup Al-Farabi inilah kita sebagai umat muslim harus bisa meneladani upaya dan kesabarannya dalam menuntut ilmu dari kecil hingga sampai liang lahat.
- LANGKAH APA YANG BISA KALIAN PELAJARI UNTUK MASA DEPAN SETELAH MELIHAT BIOGRAFI TOKOH AL-FARABI : karakter teladan tokoh tersebut, tujuan hidupnya, bagaimana ia memperjuankan tujuan tersebut, bagaimana caranya menghadapi dan memecahkan masalah dalam menggapai tujuannya, sikap-sikap serta pemikirannya yang dapat menginspirasi banyak orang
